Sabtu, 23 September 2017

Bintang Kecilnya Ayah



Bintang Kecilnya Ayah



Hhmmm... singkat cerita sih, dulu ketika aku masih duduk di bangku TK aku suka banget nonton sing competition, acting competition, dance competition dan fashion show untuk anak-anak. Segment satu ke segment berikutnya, episode satu ke episode selanjutnya  sampai competition satu ke competition berikutnya tidak ada satupun yang aku lewatin. Walaupun competition  itu tayang di tv  pada jam malam, jam belajar anak, aku rela mengerjakan pr siang atau sore demi nonton competition-competition itu di malam harinya haha




Well.. dari situlah anak gadis cilik nan polos terinspirasi dan bercita-cita menjadi seorang bintang. Dengan begitu besar support dari ayah, aku pun mencoba beberapa langkah untuk mencapainya. Awalnya aku ingin menjadi seorang penyanyi dan aku ikut dalam sekolah musik, tapi aku merasa tidak nyaman dengan dunia itu. Aku minder dengan teman-teman yang memiliki suara indah dan selalu bisa menyingkirkan aku dalam babak penyelisihan setiap perlombaan. Sampai akhrinya aku menyerah dan memilih keluar dari sekolah musik itu. 



Tapi perjuanganku  untuk menjadi seorang bintang tak berhenti sampai disitu. Aku mencoba ikut sekolah modeling dan mengambil konsentraai acting sampai mencoba mengikuti perlombaan fashion show. Tap sepertinya bakatku memang bukan di keuda bidang itu, karena aku tidak memiliki tingkat kepedean yang tinggi untuk tertawa, menangis, marah-marah ataupun berlenggak-lenggok diatas panggung. Seiring berjalannya waktu akupun menyerah dan keluar dari sekolah modeling. 

Dan yang terakhir adalah dance, ketika aku masuk kelas 1 SMP, aku ikut bergabung dalam salah satu sanggar tari tradisional. Aku menemukan banyak teman-teman baru dan pelatih-pelatih yang sangat baik disana. Aku belajar banyak hal bersama mereka. Dan akhirnya aku bisa merasa nyaman dengan dunia baruku. Apalagi ketika kita berltih bersama dan setiap pelatih memeberi contoh gerakan baru aku selalu bisa menirukannya dengan sempurna, pujian demi pujian seperti itu yang selalu aku dengar dari para pelatih dan teman-teman setiap latihan. Itu semua membuatku semakin prcayadiri dan bersemangat. Dan semenjak itulah week-end menjadi hari tariku hehe.

Week-end demi week-end aku lewati, tak terasa semakin banyak tarian yang aku kuasai. Seperti, tari persembahan adat Bengkulu, tari lanan belek, tari andun, tari persembahan adat Minang, tari piring, tari saman, tari sekapur sirih,tari topek Betawi, dan beberapa tari kreasi dari lagu-lagu khas daerah Sumatera. Karena aku tinggal  di Bengkulu, oleh karena itu kenapa lebih banyak tarian dari daerah Sumatera yang aku kuasai hehe. 

Setelah merasa bekalku cukup untuk ikut perlombaan tari traditional, aku pun ikut seleksi untuk perlombaan tari tradisional bengkulu mewakili sanggarku, alhamdulillah aku lolos dan bisa membawa nama sanggarku bersma teman-teman lain keatas panggung, bahkan menjadi juara 1. Perasaan senang itu tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Akhirnya aku menemukan jati diriku disini. Perlombaan satu ke perlombaan lain aku selalu bisa membawa hasil yang tak terduga bersama teman-teman. Dan semenjak itu aku seperti berlangganan setiap tahunnya menjadi penari acara perpisahaan kelas 3 SMP, ulangtahun sekolah, dan acara-acara lainnya di sekolah. Sampai akhirnya aku secara resmi diundang oleh Bupati kotaku untuk menjadi penari dalam acara pembukaan dirgahayu kotaku dengan membawakan Tari Persembahan Bengkulu.





Tapi sayang, memori pengabadian dari moment-moment itu banyak yang tersimpan lagi. Dan ini beberapa foto backstage yang tersisa huhuhu
 



Setelah lulus dari SMP dan masuk ke salah satu SMA di jogja, aku tidak melepas kecintaanku pada dunia dance. Aku mencoba genre lain seperti modern dance, hiphop dance, salsa-dance, dll melalui ekstrakulikuler dance di sekolahku. Selama aku di SMA aku selalu aktif ikut perlobaan dance dan bahkan mewakili SMAku dalam dance competition antar SMA di Yogyakarta sebagai juara 4. 




Dan sekarang, aku sudah menjadi mahasiswa di Universitas Negeri Yogyakarta. Walaupun selama kuliah aku disibukan dengan tugas dan organisasiku, tapi aku  tidak meninggalkan hobbyku, aku ikut salah satu komunitas dance di kampusku. Dan yang terakhir ini, aku ikut mengisi acara prodiku dengan modern dance bersama teman-teman komunitasku. 





“Lila gaperlu bisa menjadi bintang ataupun menjadi penari terkenal yang dikenal semua orang dengan tarif tinngi setiap penampilan. Menjadi anak yang rajin sekolah dan bisa berkreasi diluar aja udah bisa menjadi bintang untuk ayah. Lila hebat” – Ayah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Scratch

Scratch adalah sebuah bahasa pemrogaman visual yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran di kelas ataupun luar kelas. dengan mengg...