Bintang Kecilnya Ayah
Hhmmm...
singkat cerita sih, dulu ketika aku masih duduk di bangku TK aku suka banget
nonton sing competition, acting
competition, dance competition dan fashion
show untuk anak-anak. Segment satu ke segment berikutnya, episode satu ke
episode selanjutnya sampai competition satu ke competition berikutnya tidak ada satupun yang aku lewatin. Walaupun
competition itu tayang di tv pada jam malam, jam belajar anak, aku rela
mengerjakan pr siang atau sore demi nonton competition-competition itu di malam
harinya haha
Well.. dari situlah anak gadis
cilik nan polos terinspirasi dan bercita-cita menjadi seorang bintang. Dengan
begitu besar support dari ayah, aku pun mencoba beberapa langkah untuk
mencapainya. Awalnya aku ingin menjadi seorang penyanyi dan aku ikut dalam
sekolah musik, tapi aku merasa tidak nyaman dengan dunia itu. Aku minder dengan
teman-teman yang memiliki suara indah dan selalu bisa menyingkirkan aku dalam
babak penyelisihan setiap perlombaan. Sampai akhrinya aku menyerah dan memilih
keluar dari sekolah musik itu.
Tapi perjuanganku untuk menjadi seorang bintang tak berhenti
sampai disitu. Aku mencoba ikut sekolah modeling dan mengambil konsentraai acting sampai mencoba mengikuti
perlombaan fashion show. Tap
sepertinya bakatku memang bukan di keuda bidang itu, karena aku tidak memiliki
tingkat kepedean yang tinggi untuk tertawa, menangis, marah-marah ataupun
berlenggak-lenggok diatas panggung. Seiring berjalannya waktu akupun menyerah
dan keluar dari sekolah modeling.
Dan yang terakhir adalah dance, ketika aku masuk kelas 1 SMP, aku
ikut bergabung dalam salah satu sanggar tari tradisional. Aku menemukan banyak
teman-teman baru dan pelatih-pelatih yang sangat baik disana. Aku belajar
banyak hal bersama mereka. Dan akhirnya aku bisa merasa nyaman dengan dunia
baruku. Apalagi ketika kita berltih bersama dan setiap pelatih memeberi contoh
gerakan baru aku selalu bisa menirukannya dengan sempurna, pujian demi pujian
seperti itu yang selalu aku dengar dari para pelatih dan teman-teman setiap
latihan. Itu semua membuatku semakin prcayadiri dan bersemangat. Dan semenjak
itulah week-end menjadi hari tariku hehe.
Week-end demi week-end aku
lewati, tak terasa semakin banyak tarian yang aku kuasai. Seperti, tari
persembahan adat Bengkulu, tari lanan belek, tari andun, tari persembahan adat
Minang, tari piring, tari saman, tari sekapur sirih,tari topek Betawi, dan
beberapa tari kreasi dari lagu-lagu khas daerah Sumatera. Karena aku
tinggal di Bengkulu, oleh karena itu
kenapa lebih banyak tarian dari daerah Sumatera yang aku kuasai hehe.
Setelah
merasa bekalku cukup untuk ikut perlombaan tari traditional, aku pun ikut
seleksi untuk perlombaan tari tradisional bengkulu mewakili sanggarku,
alhamdulillah aku lolos dan bisa membawa nama sanggarku bersma teman-teman lain
keatas panggung, bahkan menjadi juara 1. Perasaan senang itu tidak bisa
diungkapkan dengan kata-kata. Akhirnya aku menemukan jati diriku disini.
Perlombaan satu ke perlombaan lain aku selalu bisa membawa hasil yang tak
terduga bersama teman-teman. Dan semenjak itu aku seperti berlangganan setiap
tahunnya menjadi penari acara perpisahaan kelas 3 SMP, ulangtahun sekolah, dan
acara-acara lainnya di sekolah. Sampai akhirnya aku secara resmi diundang oleh
Bupati kotaku untuk menjadi penari dalam acara pembukaan dirgahayu kotaku
dengan membawakan Tari Persembahan Bengkulu.
Tapi sayang, memori pengabadian
dari moment-moment itu banyak yang tersimpan lagi. Dan ini beberapa foto
backstage yang tersisa huhuhu
Setelah lulus dari SMP dan masuk
ke salah satu SMA di jogja, aku tidak melepas kecintaanku pada dunia dance. Aku
mencoba genre lain seperti modern dance, hiphop dance, salsa-dance, dll melalui
ekstrakulikuler dance di sekolahku. Selama aku di SMA aku selalu aktif ikut
perlobaan dance dan bahkan mewakili SMAku dalam dance competition antar SMA di
Yogyakarta sebagai juara 4.
Dan sekarang, aku sudah menjadi
mahasiswa di Universitas Negeri Yogyakarta. Walaupun selama kuliah aku disibukan
dengan tugas dan organisasiku, tapi aku tidak meninggalkan hobbyku, aku ikut salah
satu komunitas dance di kampusku. Dan yang terakhir ini, aku ikut mengisi acara
prodiku dengan modern dance bersama teman-teman komunitasku.
“Lila gaperlu bisa menjadi bintang
ataupun menjadi penari terkenal yang dikenal semua orang dengan tarif tinngi
setiap penampilan. Menjadi anak yang rajin sekolah dan bisa berkreasi diluar
aja udah bisa menjadi bintang untuk ayah. Lila hebat” – Ayah













Tidak ada komentar:
Posting Komentar